Sebelum pemakaman, keluarga besar dan para pelayat melaksanakan salat jenazah secara berjamaah di kediaman almarhumah. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat doa-doa terakhir dipanjatkan untuk almarhumah.
Pesan Haru Wali Kota: Jasa Ibu Tak Terbalas
Di tengah duka yang mendalam, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan ungkapan hati yang menyentuh. Ia mewakili seluruh keluarga besar, mulai dari anak, cucu, hingga cicit, mengantarkan kepergian sang ibunda sebagai bentuk bakti terakhir.
"Kami, anak, cucu hingga cicit, mengantarkan ibunda, eyang dan uyut kami ke pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beliau yang telah melahirkan kami secara fisik, tentu memiliki jasa yang tidak akan pernah bisa kami balas," ujar Farhan dengan nada bergetar.
Ia mengungkapkan bahwa kepergian sang ibunda menjadi pengingat bagi keluarga untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan semasa hidup. "Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melanjutkan kebaikan yang sudah beliau bangun, serta memberikan manfaat bagi sesama, baik melalui ilmu maupun amal jariyah. Doa kami tidak akan pernah putus untuk almarhumah," katanya.
Ucapan Terima Kasih dan Pintu Maaf Terbuka
Farhan juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar Wiraatmaja atas dukungan moral dan doa yang diberikan. Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran para sahabat dan rekan kerja, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, serta berbagai pihak yang telah menunjukkan dukungan luar biasa pada prosesi penghormatan terakhir.
Dalam momen haru tersebut, Farhan juga membuka ruang maaf. "Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Jika semasa hidup almarhumah masih ada janji atau kewajiban yang belum terpenuhi, kami mohon untuk disampaikan kepada kami agar bisa kami selesaikan," tutupnya.