Di sektor perhotelan, cerita yang menarik justru terjadi. Meskipun tingkat hunian hotel secara umum mengalami penurunan, penerimaan pajak hotel tetap meningkat. Fenomena ini disebabkan oleh dua faktor utama:
- Kenaikan tarif hotel, yang secara otomatis meningkatkan nilai pajak yang disetorkan.
- Dominasi hotel berbintang yang mencatat tingkat okupansi lebih baik dibanding hotel non-bintang, sehingga kontribusi pajaknya tetap signifikan.
Namun, Farhan mengakui bahwa hotel non-bintang justru mengalami okupansi lebih rendah. Ia menduga masih ada pelaku usaha yang belum optimal dalam pelaporan pajak.
"Kalau mereka melapor, ada banyak bantuan yang bisa kita berikan," katanya, membuka ruang dialog dan pembinaan.
Pembinaan Khusus untuk Hotel Non-Bintang
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus bagi hotel non-bintang. Bantuan yang akan diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga teknis, termasuk:
- Pendampingan pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri untuk memenuhi standar lingkungan
- Edukasi tata kelola usaha yang baik dan transparan
- Fasilitasi akses pembiayaan atau kemitraan dengan platform digital
Langkah ini diharapkan mampu mengangkat performa hotel non-bintang, sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak mereka.
Fondasi Pembangunan yang Kokoh
Farhan menegaskan bahwa peningkatan PAD bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah fondasi penting bagi pembiayaan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dan layanan publik.