"Terkait kasus yang terjadi di KCP BSI Sabang, manajemen telah melakukan langkah-langkah administratif secara cepat dan tegas terhadap pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran. Tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga integritas organisasi serta kepercayaan publik," jelasnya.
Meski tidak menyebutkan secara rinci bentuk sanksi yang diberikan, langkah tegas ini menunjukkan bahwa BSI serius dalam memberantas praktik curang di lingkungan internalnya.
Kabar Baik untuk Nasabah: Dana Aman, Tidak Ada Kerugian
Poin paling penting dalam pernyataan resmi ini adalah kepastian mengenai dana nasabah. Wisnu menegaskan bahwa hasil evaluasi internal menunjukkan tidak terdapat kerugian yang dialami nasabah.
"Bank memastikan bahwa perlindungan terhadap dana dan kepentingan nasabah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional layanan," ungkapnya.
Pernyataan ini tentu menjadi kabar lega bagi delapan nasabah yang menjadi korban pembobolan. Meski dana mereka sempat digondol MIA, BSI menjamin pengembalian penuh sehingga nasabah tidak menanggung kerugian.
Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan
BSI juga menyatakan sikapnya terkait proses hukum yang sedang berlangsung. Perseroan menghormati sepenuhnya proses hukum di pengadilan dan akan mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan hingga diperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.
"BSI berkomitmen untuk bersikap kooperatif serta mendukung penegakan hukum secara transparan dan akuntabel," kata Wisnu.
Perbaikan Sistem: Mencegah Kejadian Serupa
Sebagai institusi keuangan syariah, kasus ini menjadi bahan evaluasi serius bagi BSI. Wisnu menegaskan bahwa ke depan bank akan terus memperkuat: