ragam

13 RW di Cibangkong Bandung Buktikan Lahan Sempit Bisa Hasilkan Panen dan Olah Sampah Sendiri

Senin, 23 Februari 2026 | 06:06 WIB



FasilitasFungsi
Area Tanam HortikulturaMenghasilkan sayuran segar untuk warga
PeternakanTernak lele, domba, dan maggot
PerikananBudidaya ikan konsumsi
Pengolahan Sampah TerpaduMengolah sampah organik dan anorganik




Hasil panen dari kawasan ini tidak hanya dinikmati oleh pengelola, tetapi juga dibagikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk digunakan untuk program penanganan stunting di lingkungan sekitar.





"Alhamdulillah, hasilnya bisa kita bagikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk untuk penanganan stunting," tambah Nandang dengan bangga.





Kunjungan Spesial Wali Kota dan Artis Irfan Hakim





-




Kabar tentang keberhasilan KTM Buruan Sae rupanya sampai ke telinga Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Bahkan, orang nomor satu di Kota Bandung ini sempat berkunjung langsung didampingi artis ternama Irfan Hakim.





Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras warga Cibangkong. Ia bahkan mengaku heran sekaligus terkesan.





"Beliau heran, di perkotaan bisa ada Buruan Sae atau kelompok tani seperti ini. Arahan beliau ke depan agar dipertahankan karena ini bermanfaat untuk warga," kata Nandang menirukan pesan Wali Kota.





Konsep Integrasi: Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Pengolahan Sampah





Apa yang membuat KTM Buruan Sae begitu istimewa? Jawabannya terletak pada konsep pengelolaan yang terintegrasi. Di satu lokasi yang sama, warga menerapkan sistem pertanian perkotaan sirkular yang menghubungkan berbagai elemen:






  • Tanaman hortikultura (sayuran, cabai, tomat) dibudidayakan secara organik.




  • Peternakan (domba, lele, dan maggot) menghasilkan pupuk organik dan pakan ternak.




  • Kolam ikan menjadi sumber protein hewani tambahan.




  • Pengolahan sampah (maggot, kompos, daur ulang) menciptakan ekonomi sirkular.





Metode pengolahan sampah yang diterapkan cukup beragam, mulai dari budidaya maggot untuk mengurai sampah organik, pengomposan untuk menghasilkan pupuk, hingga teknik lain yang mendukung prinsip Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan).





"Pengelolaannya cukup lengkap. Dari tanaman, ternak, ikan, sampai pengolahan sampah ada semua. Kita coba terapkan konsep sirkular," jelas Nandang.

Halaman:

Tags

Terkini