"Hal ini merupakan kewajiban kami selaku institusi TNI dan bakti kami untuk masyarakat, salah satunya dalam menanam jagung," tegas Ade Fian.
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk:
- Memperkuat ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah Mekarmukti dan sekitarnya
- Membuktikan kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat secara nyata
- Mendorong kesejahteraan petani lokal melalui peningkatan produksi
- Memberikan edukasi budidaya jagung yang baik bagi warga
Sinergi TNI-Polri-Pemda: Kunci Keberhasilan
Dalam sambutannya, Dandim 0611/Garut, Letkol Inf. Muhammad Fadli, yang turut mendampingi Bupati, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan.
"Kegiatan panen jagung ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara unsur TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat. Ke depan, kita akan terus melakukan pendampingan kepada para petani, termasuk dalam hal pengolahan lahan dan pemilihan bibit unggul, sehingga produksi jagung di Garut dapat terus meningkat," ujarnya.
Ia juga mengimbau untuk senantiasa bersinergi antara TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat guna mencapai tujuan bersama, yaitu:
- Meningkatkan produksi pangan nasional
- Mendorong kesejahteraan petani lokal
- Memperkuat kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat
- Memberikan edukasi budidaya jagung yang baik bagi warga
Harapan untuk Masa Depan
Ade Fian menutup pernyataannya dengan harapan agar kegiatan ini membawa berkah dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Semoga hasil panen jagung ini membawa keberkahan dan meningkatkan produksi pangan di wilayah Kecamatan Mekarmukti," pungkasnya.
Dengan optimalisasi lahan tidur seluas 150 hektar dan komitmen bersama berbagai pihak, Kabupaten Garut optimistis dapat menjadi salah satu lumbung pangan jagung di Jawa Barat sekaligus contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghadirkan solusi atas tantangan ketahanan pangan nasional. (**)