Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menunjukkan penetrasi internet di Kota Bandung telah mencapai sekitar 85 persen – angka yang jauh di atas rata-rata nasional.
Tak hanya akses, Pemkot Bandung juga fokus pada peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
"Dengan literasi digital yang baik, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk pemberdayaan ekonomi, budaya, hingga lapangan kerja," tambah Iskandar.
SPBE Kategori Sangat Baik: Tata Kelola Pemerintahan Makin Matang
Sejalan dengan capaian IMDI, nilai SPBE Kota Bandung juga mencatatkan prestasi gemilang. Indeks SPBE mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik dan menjadi salah satu yang terbaik secara nasional.
Capaian ini menunjukkan tata kelola pemerintahan digital Kota Bandung semakin matang dan terintegrasi. Seluruh layanan publik kini dapat diakses secara digital dengan sistem yang saling terhubung.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi penguatan ekosistem digital serta reformasi birokrasi berbasis teknologi.
"Nilai indeks SPBE Kota Bandung sudah mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik. Indeks reformasi birokrasi kami juga di angka 83,58 dengan peringkat A. Ini menunjukkan tata kelola digital kami semakin matang," ungkapnya.
Smart City Makin Nyata: Dari Panic Button hingga CCTV Pelindung
Implementasi smart city kini kian nyata melalui berbagai inovasi layanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Beberapa inovasi unggulan yang telah diluncurkan: