ragam

Kampus Turun Gunung! Mendiktisaintek Siapkan Mahasiswa dan Teknologi untuk Atasi Krisis Sampah Bandung

Kamis, 26 Februari 2026 | 05:31 WIB



Brian menilai, solusi berbasis kampus lebih cepat, murah, dan berkelanjutan karena bertumpu pada perubahan perilaku masyarakat dan inovasi teknologi tepat guna.





“Kalau model ini berhasil di Bandung, tahun depan bisa diterapkan di seluruh kota di Indonesia,” katanya.





Dengan kata lain, Bandung bukan hanya menyelesaikan masalahnya sendiri, tetapi berpotensi menjadi model nasional.





Bandung Produksi 1.507 Ton Sampah per Hari





Di sisi lain, Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, memaparkan fakta yang menunjukkan betapa mendesaknya persoalan ini.





Setiap hari, Kota Bandung menghasilkan 1.507,85 ton sampah. Sekitar 60 persen berasal dari rumah tangga, dengan dominasi sisa makanan dan daun.





Namun yang lebih mengkhawatirkan, hanya sekitar 21,63 persen sampah yang benar-benar terkelola dengan baik—dipilah, diolah, atau dimanfaatkan kembali. Sisanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau bahkan tercecer di lingkungan.





Farhan menegaskan, akar persoalan bukan semata-mata pada teknologi, tetapi pada pola pikir masyarakat.





“Mindset yang harus kita ubah adalah ‘saya sudah bayar, sampah harus hilang’. Itu keliru. Sampah bukan soal hilang, tapi harus dikelola,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini