Ia juga menyoroti praktik pembuangan sampah ilegal, termasuk keterlibatan oknum dalam rantai pengangkutan tidak resmi, yang memperburuk kondisi lingkungan kota.
Gaslah: Pasukan Baru dari Tingkat RW
Sebagai bagian dari solusi hulu, Pemerintah Kota Bandung telah meluncurkan program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah).
Sebanyak 1.597 petugas Gaslah telah direkrut—masing-masing satu orang untuk setiap RW di Kota Bandung.
Tugas mereka bukan sekadar mengangkut sampah, tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat:
- Mengedukasi warga tentang pemilahan sampah
- Mengumpulkan sampah organik langsung dari rumah
- Mendukung pengolahan sampah berbasis komunitas
Setiap petugas ditargetkan mengumpulkan minimal 25 kilogram sampah organik per hari.
Program ini didukung anggaran sekitar Rp24 miliar per tahun dan dipantau melalui dashboard digital real-time yang juga menjadi indikator kinerja camat dan lurah.
“Tanpa rekayasa sosial dan enforcement, tidak akan selesai. Hulu harus beres dulu,” tegas Farhan.