Ia juga mencontohkan pengalaman kunjungan kerjanya ke galangan kapal di Batam yang pernah menjadi sorotan akibat kecelakaan kerja fatal. Menurutnya, lingkungan kerja dengan banyak kontraktor dan jenis pekerjaan memiliki tingkat risiko tinggi yang membutuhkan sistem pengawasan K3 yang ketat.
Dalam kondisi seperti itu, keberadaan ahli K3 menjadi sangat penting untuk memastikan setiap prosedur keselamatan dijalankan dengan benar.
“Bagaimana memastikan semua pekerja sudah sesuai SOP? Tidak bisa hanya berasumsi dari kantor. Di lapangan bisa saja SOP tidak tersedia atau peralatan yang seharusnya digunakan justru tidak ada,” ujarnya.
Komitmen Pemerintah Lindungi Pekerja Indonesia
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan tenaga kerja di Indonesia. Kemnaker menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.
Yassierli menutup dengan pesan yang menegaskan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
“Saya ingin pekerja berangkat dari rumah untuk mencari nafkah dan kembali dalam keadaan selamat. Itu tanggung jawab perusahaan,” tegasnya.
Melalui program pembinaan gratis ini, pemerintah berharap jumlah tenaga ahli K3 di Indonesia terus meningkat, sehingga budaya keselamatan kerja semakin kuat dan risiko kecelakaan kerja dapat ditekan secara signifikan di berbagai sektor industri.