ragam

Kontroversi LPDP, Wali Kota Bandung Farhan: Jangan Gigit Tangan yang Menyuapi Kita

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:09 WIB



"Itu kan tragedi. Para mahasiswa terbaik Indonesia dikirim ke Eropa Timur, tapi karena revolusi akhirnya enggak bisa balik lagi. Itu sedih semua. Dan itu tidak mau kita ulangi," ujarnya.





Menurutnya, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia. Nasionalisme bukan sekadar retorika, melainkan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata setelah menyelesaikan pendidikan.





Pesan Moral: Jangan Gigit Tangan yang Menyuapi





Dalam pernyataannya yang cukup tajam, Farhan mengingatkan para penerima beasiswa untuk tidak melupakan asal-usul pembiayaan studi mereka.





"Kita jangan menggigit tangan yang menyuapi kita," ungkapnya.





Metafora ini menjadi pengingat bahwa dana beasiswa LPDP berasal dari uang rakyat yang dikelola negara. Memberi makan, dalam konteks ini, adalah membiayai pendidikan. Menggigit tangan adalah mengingkari komitmen untuk kembali dan mengabdi setelah lulus.





Pernyataan ini menegaskan bahwa apresiasi dan loyalitas terhadap negara yang telah membiayai pendidikan adalah hal yang wajar dan seharusnya muncul secara natural dari para penerima beasiswa.





Kebebasan Berekspresi Harus Dibarengi Tanggung Jawab





Farhan juga mengajak seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Ia menilai kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi tetap harus diiringi dengan tanggung jawab sosial.





"Kegaduhan yang tidak perlu itu bisa mengganggu fokus kita terhadap masalah-masalah yang jauh lebih besar," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini