ragam

Modal Kokoh, BRI Buka Peluang Naikkan Dividen dari Laba 2025, Siap Manjakan Investor?

Jumat, 27 Februari 2026 | 11:11 WIB



Dampak Positif bagi Kinerja Keuangan





Hery menjelaskan bahwa kebijakan dividen yang lebih tinggi tidak hanya menguntungkan pemegang saham, tetapi juga berdampak positif pada metrik kinerja keuangan perseroan.






"Termasuk juga nanti ROI (Return on Investment) ikut naik tuh kalau misalnya dividennya lebih besar diberikan," tuturnya.






Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan dividen juga akan berkorelasi dengan kenaikan Return on Equity (ROE) . ROE yang lebih tinggi mencerminkan efisiensi dan profitabilitas yang semakin baik dalam menghasilkan laba dari modal yang diinvestasikan pemegang saham.





Kinerja Solid Sepanjang 2025





Peluang peningkatan dividen ini tidak lepas dari kinerja impresif yang dibukukan BRI sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun , didorong oleh perbaikan fundamental di berbagai lini.





Beberapa faktor pendorong kinerja tersebut antara lain:






  • Pertumbuhan aset dan kredit yang solid di tengah tantangan ekonomi.




  • Struktur pendanaan yang semakin efisien, menekan biaya dana (cost of fund).




  • Kualitas aset yang membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga.





Perbandingan Dividen Tahun Lalu





Sebagai gambaran, pada tahun buku 2024, BRI membagikan dividen interim sebesar Rp20,63 triliun atau setara Rp137 per saham. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 50% dari laba bersih perseroan pada periode tersebut.





Dengan kinerja 2025 yang lebih gemilang dan modal yang semakin kuat, bukan tidak mungkin payout ratio tahun ini akan melampaui angka historis tersebut.





Keputusan Final di Tangan RUPST





Meski sinyal positif telah diberikan, Hery mengingatkan bahwa keputusan final terkait besaran dividen tetap akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) .

Halaman:

Tags

Terkini