ragam

Keselamatan Jadi Prioritas, Wabup Garut Evaluasi Lokasi Bantuan Kelas Baru SLB-C

Jumat, 27 Februari 2026 | 16:16 WIB



Solusi Alternatif: Relokasi ke Lokasi yang Lebih Aman





Sebagai langkah antisipatif, jika hasil kajian BPBD menyatakan lokasi tersebut terlalu berisiko, Wakil Bupati menawarkan opsi relokasi ke tempat lain yang sudah memiliki bangunan eksisting milik pemerintah. Langkah ini dinilai lebih aman dan layak, serta menghindari risiko bencana di masa depan.






"Kalau misalnya bencana, kita berbicara nyawa manusia, apalagi anak-anak. Takutnya lagi begini ada apa-apa, kan tidak boleh," tegasnya.






Pendekatan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aspek keselamatan dan keberlanjutan dalam jangka panjang.





Sejarah Sekolah dan Catatan Bencana





Kepala Sekolah SLB-C Yayasan Karya Bhakti, Tintin Nurnaeni, menjelaskan bahwa bantuan yang diajukan memang diperuntukkan bagi pembangunan kelas baru di lahan kosong milik Pemerintah Daerah yang berada di lingkungan sekolah.





Ketua Harian Yayasan Karya Bhakti, Sidi Pramono, memaparkan sejarah panjang sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1975. Status bangunan saat ini adalah milik Pemerintah Kabupaten Garut, dan sekolah mulai menempati lokasi tersebut sejak tahun 1991.





Namun, ia mengungkapkan catatan kelam yang pernah terjadi:






"Tahun 75 berdirinya, tapi dulu pindah-pindah. Yang terakhir mulai di sini tahun 1991. Baru sekali terkena banjir bandang tahun 2016, parah, terendam sampai 3 meter. Dokumen ancur semua," ungkapnya.






Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa lokasi tersebut memiliki risiko bencana yang nyata dan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap rencana pembangunan.

Halaman:

Tags

Terkini