ragam

Safari Ramadan di Masjid Agung: Wali Kota Farhan Ajak Warga Wujudkan "Eco Ramadan" Lawan Darurat Sampah!

Senin, 9 Maret 2026 | 11:11 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Suasana khidmat Safari Ramadan ke-17 di Masjid Agung Bandung, Sabtu (7/3/2026), menjadi momentum bagi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk menyampaikan pesan krusial. Di hadapan masyarakat Kecamatan Lengkong, ia mengingatkan bahwa ibadah puasa harus selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam menghadapi darurat sampah kota.





Farhan memaparkan data yang mencengangkan. Setiap harinya, Kota Bandung memproduksi sekitar 1.500 ton sampah. Namun, kapasitas pengolahan yang ada baru mampu menangani sekitar 300 ton per hari.





"Artinya ada sekitar 1.200 ton sampah yang harus kita kurangi dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga," ujarnya tegas.





Kang Pisman dan Buruan Sae: Senjata Melawan Gunung Sampah





Untuk menekan angka fantastis tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus menggencarkan dua program unggulan: Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) dan Buruan Sae (pertanian perkotaan).





Farhan menjelaskan bahwa kedua program ini kini diarahkan untuk membentuk sistem ekonomi sirkular. Sampah organik dari rumah tangga tidak lagi dibuang, tetapi diolah menjadi kompos yang kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman produktif di lingkungan warga.





"Ramadan ini harus kita jadikan momentum untuk membangun gaya hidup yang ramah lingkungan, mulai dari mengurangi sampah, menanam tanaman produktif di rumah, hingga menjaga kebersihan lingkungan," katanya.





"Eco Ramadan": Ibadah dan Lestari Berjalan Beriringan





Wali Kota memperkenalkan konsep "Eco Ramadan," sebuah ajakan untuk menjalankan ibadah puasa dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia ingin masyarakat memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman.


Halaman:

Tags

Terkini