Masjid sebagai Pusat Peradaban
Lebih dari sekadar tempat salat, Farhan menilai masjid memiliki peran penting dalam membangun peradaban masyarakat melalui syiar dan dakwah. Dari masjid, nilai-nilai moral, norma, dan struktur sosial dalam kehidupan bermasyarakat dapat terus diperkuat.
Ia menegaskan bahwa ajaran agama memiliki peran besar dalam membentuk tatanan sosial yang sehat, di mana setiap individu memahami perannya dalam masyarakat, baik sebagai pemimpin, ulama, maupun bagian dari komunitas.
Energi Dakwah yang Positif dan Kreatif
Farhan juga mendorong para dai dan pendakwah di Kota Bandung untuk terus berinovasi. Ia berharap kreativitas dalam berdakwah dapat terus berkembang agar pesan-pesan kebaikan semakin luas menjangkau masyarakat.
"Energi dakwah harus menyebar ke seluruh Kota Bandung, dan energi itu harus menjadi energi yang positif dan kreatif, " ujarnya.
Rencana Salat Id dan Open House di Balai Kota
Di akhir sambutannya, Farhan menyampaikan rencana pelaksanaan salat Idulfitri bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung. Ia juga mengumumkan bahwa open house Idulfitri akan digelar di Plaza Balai Kota Bandung.
Langkah ini diambil agar masyarakat dapat merasakan kebersamaan dan keberkahan Idulfitri di lingkungan pemerintahan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara warga dan pemimpinnya.
"Insyaallah tahun ini saya akan melaksanakan salat Idulfitri bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung, sedangkan kegiatan open house Idulfitri akan digelar di Plaza Balai Kota," tuturnya.
Safari Ramadan ke-18 di Masjid Agung Bandung menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kunci kekuatan umat. Dengan memakmurkan masjid, umat Islam tidak hanya membangun hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga memperkuat hubungan horizontal antar sesama. Masjid Agung, dengan segala nilai sejarah dan kapasitasnya, diharapkan menjadi pusat gravitasi persatuan umat di Kota Bandung. (**)