ragam

Ekspor Pangan Olahan Indonesia ke Kanada Melonjak, Tumbuh Lebih dari 100 Persen

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:14 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA – Kinerja ekspor produk pangan olahan Indonesia ke Kanada menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir. Didorong oleh meningkatnya permintaan pasar dan penguatan kerja sama perdagangan kedua negara, nilai ekspor komoditas ini melonjak signifikan.





Data terbaru menunjukkan, nilai ekspor pangan olahan Indonesia ke Kanada naik dari sekitar USD 56,4 juta (sekitar Rp952 miliar) pada 2023 menjadi USD 116,7 juta (sekitar Rp1,97 triliun) pada 2025 . Artinya, terjadi pertumbuhan luar biasa sebesar 106,8 persen hanya dalam dua tahun .






"Pertumbuhan tersebut menunjukkan kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Tren positif ini diharapkan terus berlanjut seiring penguatan kerja sama perdagangan kedua negara," ujar Direktur Pelaksana Bisnis II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Sulaeman .






Kolaborasi Strategis Buka Akses Pasar





Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya kolaboratif berbagai pihak. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa terus mendorong perluasan akses pasar dengan menggandeng Kementerian Perdagangan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) .





Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antarlembaga adalah kunci untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional.






"KBRI Ottawa terus mendorong kerja sama strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Kanada. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pasar produk pangan olahan Indonesia," kata Muhsin dalam keterangan pers tertulis, Kamis, 12 Maret 2026 .






Salah satu langkah nyata adalah memfasilitasi penandatanganan kontrak dagang secara virtual antara importir Kanada, Exotique Foods (yang dikelola diaspora Indonesia), dengan sejumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia. Hasilnya, lima purchase order (PO) dan satu nota kesepahaman (MoU) berhasil ditandatangani dengan total nilai transaksi sekitar 92 ribu dolar AS (Rp1,5 miliar) .


Halaman:

Tags

Terkini