Tim Lengkap: Dari Manajemen Risiko hingga Sanitasi
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Zulfiadi Zulhan, menambahkan bahwa ITB telah menerjunkan empat tim ahli sejak hari kedua bencana di Cisarua. Tim tersebut mencakup bidang:
- Manajemen risiko
- Kesehatan
- Permukiman
- Air dan sanitasi
"Mudah-mudahan hunian sementara ini bisa bermanfaat bagi ibu dan bapak yang terkena dampak. Mudah-mudahan ke depan kehidupannya membaik," tutur Zulfiadi.
Harapan Baru bagi Korban
Bagi warga terdampak seperti Ayi Kurniawan (43), bantuan ini adalah tumpuan harapan. Rumahnya hanyut tersapu longsor, dan huntara ini menjadi tempat untuk memulai kembali kehidupan.
"Sangat membantu saya yang terkena musibah, yang rumahnya sudah tidak ada. Senang ada dari ITB yang datang membantu, " ucap Ayi haru.
Bantuan Lainnya: Sembako, Kesehatan, dan Psikososial
Kolaborasi antara ITB, Rumah Amal Salman, dan para alumni juga menyalurkan bantuan lain, antara lain:
- 110 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar.
- Layanan kesehatan bagi 250 warga terdampak.
- Pendampingan psikososial untuk memulihkan kondisi mental masyarakat.
Longsor Cisarua telah merenggut banyak hal. Namun, kehadiran ITB dengan huntara inovatifnya membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berkutat di ruang kelas, tetapi juga hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan. Dua hari, satu unit huntara, dan segudang harapan baru bagi para korban. (**)