Peningkatan awal sebesar 14 persen ini menjadi sinyal bahwa arus mudik telah mulai bergerak. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi mendekati Hari Raya.
Pengamanan Ketat dengan 2.746 Pos Operasi Ketupat 2026
Di sisi lain, aparat keamanan juga telah menyiapkan langkah besar untuk mengamankan arus mudik dan balik. Mabes Polri telah menyiapkan 2.746 pos dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, merinci ribuan posko tersebut terdiri dari:
- 1.624 pos pengamanan
- 779 pos pelayanan
- 343 pos terpadu
"Ribuan pos ini terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan dan 343 pos terpadu. Ribuan posko ini tersebar di berbagai jalur mudik dan titik aktivitas masyarakat," kata Dedi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (15/3/2026) .
Pos-pos ini tersebar di berbagai jalur mudik dan titik-titik aktivitas masyarakat. Wakapolri berharap ribuan posko ini mampu memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik selama periode libur Lebaran 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia telah meninjau pos terpadu di Rest Area KM 57A yang dinilai memiliki fasilitas lengkap untuk menampung kendaraan pemudik.
Rangkuman Persiapan Pemerintah
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Kebijakan WFA | Berlaku 14 – 29 Maret 2026, untuk menyebar waktu perjalanan pemudik. |
| Volume Kendaraan | Naik 14% (laporan Jasa Marga), belum puncak. |
| Operasi Ketupat 2026 | 2.746 posko (pengamanan, pelayanan, terpadu) tersebar di jalur mudik. |
| Tujuan Utama | Kelancaran lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan pemudik. |
Imbauan untuk Pemudik
Pemerintah mengimbau para pemudik untuk:
- Manfaatkan fleksibilitas WFA untuk memilih waktu perjalanan yang tidak terlalu padat.
- Pantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat.
- Manfaatkan posko-posko pelayanan jika membutuhkan bantuan atau istirahat selama perjalanan.
Dengan koordinasi dan persiapan yang matang antara Kemenhub dan aparat keamanan, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (**)