ragam

Andrie Yunus: Aktivis KontraS yang Jadi Target Kekerasan Usai Vokal Kritik Revisi UU TNI

Senin, 16 Maret 2026 | 13:13 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA – Nama Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mendadak menjadi sorotan publik setelah mengalami serangan penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Peristiwa ini tidak hanya menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, tetapi juga memantik pertanyaan tentang iklim kebebasan sipil dan keamanan aktivis di tanah air.





Profil Andrie Yunus: Dari LBH Jakarta ke KontraS





-




Andrie Yunus, yang kini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, adalah sosok yang telah lama berkecimpung dalam dunia advokasi publik. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera pada tahun 2020 melalui jalur Beasiswa Jentera. Kariernya di dunia advokasi dimulai di LBH Jakarta, di mana ia berkiprah sebagai advokat publik dari tahun 2019 hingga 2022, sebelum akhirnya bergabung dengan KontraS pada 2022 .





Selama bertahun-tahun, Andrie dikenal sebagai pembela HAM yang gigih menyuarakan isu-isu krusial seperti:






  • Pelanggaran HAM masa lalu dan masa kini.




  • Penguatan demokrasi dan reformasi sektor keamanan.




  • Kritik terhadap kebijakan negara yang dinilai berpotensi melemahkan hak-hak sipil warga negara.




  • Isu militerisme dan tuntutan akan transparansi dalam proses legislasi.





Sorotan pada Revisi UU TNI dan Intimidasi yang Mengintai





Namanya mencuat ke publik ketika bersama koalisi masyarakat sipil, ia vokal mengkritisi proses pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berlangsung secara tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Dalam aksi tersebut, Andrie dan sejumlah aktivis mendesak agar proses legislasi dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik yang lebih luas .





Sejak aksi protes tersebut, Andrie mengaku kerap mengalami berbagai bentuk intimidasi. Ia menerima telepon misterius dan ancaman, hingga kedatangan orang asing yang tidak dikenal ke kantor KontraS . Teror psikis ini menjadi semacam "pemanasan" sebelum akhirnya serangan fisik yang brutal terjadi.






"Sejak aksi tersebut, Andrie mengaku kerap mengalami intimidasi dan teror dari telepon misterius hingga orang asing mendatangi kantor KontraS," demikian pernyataan KontraS .






Kronologi Serangan





Pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 WIB, Andrie dalam perjalanan pulang setelah menjadi narasumber dalam podcast di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas isu re-militerisme dan judicial review terkait UU TNI .


Halaman:

Tags

Terkini