"Mereka bekerja di Kota Bandung dan kemudian memindahkan sebagian pendapatannya ke kampung halaman. Inilah pentingnya nilai ekonomi dari mudik, " tambahnya.
Farhan juga mengungkapkan bahwa secara nasional, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai hampir 200 juta orang di wilayah Jawa dan Sumatera. Angka fantastis ini menjadi indikator kuat bangkitnya aktivitas ekonomi pasca-pandemi.
Keselamatan Nomor Satu: Ramp Check dan Tes Urine Digelar
Meski penuh kebahagiaan, Farhan mengingatkan bahwa mudik juga menyimpan risiko. Ia meminta semua pihak menjaga keselamatan dan kesehatan selama perjalanan.
"Kita harus menjaga agar para pemudik selalu dalam keadaan sehat dan selamat hingga sampai ke tujuan," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, melaporkan bahwa persiapan matang telah dilakukan. Mulai dari ramp check kendaraan hingga pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi para pengemudi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung.
"Kami sudah melakukan pengecekan fisik kendaraan dan kelengkapan dokumen bersama kepolisian, serta memastikan seluruh armada laik jalan," ungkap Rasdian.
Apresiasi untuk Para Pendukung
Rasdian menambahkan, program ini juga berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perbankan dan sektor swasta yang turut berpartisipasi. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mudik dapat berjalan lancar dan para peserta tiba di tujuan dengan selamat.
"Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan seluruh peserta bisa sampai dengan selamat untuk berkumpul bersama keluarga," ungkapnya.