Menurut Agus, langkah tersebut masih mampu menjaga arus tetap “terkendali” sebuah istilah yang dalam konteks mudik bisa berarti: tetap bergerak, meski tidak selalu cepat.
“Arus dari Jakarta menuju Trans Jawa cukup padat, tapi masih lancar,” ujarnya.
Di tengah kepadatan yang nyaris ritual tahunan ini, rekayasa lalu lintas kembali menjadi andalan. Sebab tanpa itu, jalan tol berpotensi berubah dari jalur mobilitas menjadi ruang parkir raksasa tanpa tiket masuk.
Sementara itu, para pemudik tampaknya hanya punya dua pilihan, bersabar mengikuti arus, atau berdamai dengan kenyataan bahwa perjalanan pulang kampung memang bukan sekadar perjalanan, melainkan ujian kesabaran nasional.*****