ragam

Menag dan MUI Serukan Toleransi, Perbedaan Lebaran Harus Disikapi Bijak

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:15 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, dan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad/aa



"Mari kita pelihara kebersamaan kita selama bulan Ramadhan yang kondusif dengan ibadah dan kekhusyukan kita, kita pelihara di 11 bulan berikutnya," ucap Cholil.





Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, turut mengapresiasi upaya pemerintah dalam memastikan umat Muslim dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Ia juga menekankan pentingnya toleransi terhadap perbedaan.





"Alhamdulillah, untuk menjadi kesatuan dan persatuan kita semua, andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya memutuskan bahwa 1 Syawal di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim. Mari kita menjaga ukhuwah dengan baik," tutur Marwan.





Alasan Ilmiah di Balik Penetapan Pemerintah





Lantas, mengapa pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu? Penetapan ini didasarkan pada perhitungan hisab dan hasil konfirmasi rukyatul hilal (pengamatan bulan) yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia.





Secara hisab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis sore (29 Ramadhan) masih di bawah ufuk. Ketinggiannya berkisar antara 0⁰ 54' 27" (0,91⁰) sampai 3⁰ 07' 52" (3,13⁰) , dengan sudut elongasi antara 4⁰ 32' 40" (4,54⁰) sampai 6⁰ 06' 11" (6,10⁰) .





Pemerintah merujuk pada kriteria yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) . Dalam kriteria tersebut, awal bulan Hijriah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.





Karena posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria tersebut, maka bulan Ramadhan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal jatuh pada lusa, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026. (**)










Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H

Halaman:

Tags

Terkini