ragam

76 Ribu Kendaraan Melintas di Nagreg Saat Lebaran, Ini Kata Dishub

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:16 WIB


[Locusonline.co] Bandung – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di jalur selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menunjukkan dinamika yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya jalur utara menjadi primadona, kali ini ruas Nagreg hingga Ciwidey justru menjadi episentrum kepadatan. Data terbaru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mengungkap fakta mengejutkan: pergerakan kendaraan didominasi penuh oleh pemudik lokal dan mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir.





Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, mengungkapkan bahwa puncak kepadatan terjadi di Koridor Nagreg. Hingga Sabtu sore, tercatat sebanyak 76.064 kendaraan melintas di kedua arah, baik menuju Garut-Tasikmalaya maupun sebaliknya menuju Kota Bandung.





"Pergerakan di jalur Nagreg ini yang tertinggi. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan Lebaran tahun lalu yang hanya 67.622 kendaraan. Hari ini, pergerakannya murni didominasi pemudik lokal," ujar Eric di posko pemantauan Dishub, Sabtu (21/3/2026).





Nagreg Jadi "Pertemuan" Pemudik dan Wisatawan





Fenomena kepadatan di Nagreg bukan tanpa sebab. Eric menjelaskan bahwa titik ini merupakan simpul vital yang menjadi pertemuan antara pemudik yang hendak pulang kampung ke wilayah Garut dan Tasikmalaya, dengan para wisatawan yang berbondong-bondong menuju kawasan wisata favorit.





"Nagreg lebih padat karena terjadi pertemuan antara pemudik lokal dengan wisatawan yang menuju Pangandaran, Cipanas, Garut, dan kawasan pemandian air panas Darajat," jelasnya.





Berdasarkan data Dishub, dari total 76.064 kendaraan yang melintas di Nagreg, sebanyak 53.742 kendaraan bergerak menuju arah Garut dan Tasikmalaya, sementara 22.322 kendaraan lainnya melintas menuju arah Bandung. Angka ini menunjukkan bahwa dominasi arus mudik masih lebih besar dibanding arus balik sementara.





Tidak Hanya Nagreg, Ciwidey dan Pangalengan Juga Mulai Padat





Kepadatan tidak hanya terjadi di jalur timur (Nagreg). Kawasan selatan lainnya yang menjadi destinasi wisata utama seperti Ciwidey dan Pangalengan juga mengalami lonjakan signifikan.


Halaman:

Tags

Terkini