| Gerbang Tol | Volume H+1 (22/3) | Normal | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| GT Cileunyi | 46.742 unit | 32.764 unit | +42,66% |
| GT Pasteur | 38.820 unit | 33.288 unit | +16,62% |
| Total | 85.562 unit | 66.052 unit | +29,54% |
Wisata dan Silaturahmi Masih Tinggi, Arus Balik Mulai Terasa
Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan ini diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Menurutnya, ada dua faktor utama yang menyebabkan tingginya mobilitas di kawasan Bandung:
- Lalu Lintas Wisata dan Silaturahmi: Masyarakat masih memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata ke kawasan Bandung Raya serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
- Awal Arus Balik: Sebagian pemudik sudah mulai melakukan perjalanan kembali menuju Jabodetabek, yang turut menambah volume kendaraan di jalur-jalur strategis.
“Volume kendaraan di wilayah Bandung dan Jabodetabek diprediksi masih akan tinggi pada hari H+3 Idulfitri 1447 H sebagai lalu lintas wisata dan silaturahmi, serta dimulainya arus balik menuju Jabodetabek,” ujar Widiyatmiko dalam keterangan resmi.
Potensi Kemacetan dan Strategi Antisipasi
Dengan lonjakan volume kendaraan yang mencapai puluhan persen, potensi kepadatan di titik-titik rawan seperti Cileunyi, Pasteur, serta simpang-simpang menuju kawasan wisata (Lembang, Ciwidey, Pangalengan) menjadi perhatian utama.
Jasa Marga bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai kepadatan:
- Rekayasa Lalu Lintas: Penerapan sistem one way lokal dan buka-tutup jalur secara situasional.
- Penempatan Petugas: Personel ditempatkan di gerbang tol dan titik-titik rawan untuk mengatur arus dan memberikan informasi kepada pengendara.
- Layanan Darurat: Posko kesehatan dan derek siaga 24 jam di sepanjang jalur tol.
- Informasi Real-Time: Masyarakat diimbau memantau aplikasi navigasi dan kanal resmi Jasa Marga untuk menghindari kemacetan.
Imbauan untuk Pengendara
Menyikapi lonjakan volume kendaraan yang masih akan berlangsung, Jasa Marga mengimbau para pengendara untuk:
- Memastikan kondisi fisik prima sebelum melakukan perjalanan.
- Mengecek kondisi kendaraan secara menyeluruh.
- Mengisi BBM dan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
- Beristirahat di rest area jika mulai lelah, jangan memaksakan diri.
- Mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Dengan persiapan yang matang dan kesadaran masyarakat, diharapkan lonjakan volume kendaraan ini dapat dikelola dengan baik, sehingga perjalanan wisata dan arus balik Lebaran 2026 tetap aman, lancar, dan nyaman bagi semua. (**)