ragam

IHSG Dibuka Menguat? Proyeksi Teknis dan Rekomendasi Saham Pasca Libur Panjang Lebaran 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 16:16 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA, 25 Maret 2026 – Setelah jeda panjang libur Nyepi dan Lebaran, pasar modal Indonesia kembali bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (25/3/2026), didorong oleh sentimen global yang mereda dan pola historis technical rebound pasca-libur.





Sebelumnya, pada Selasa (17/3), IHSG ditutup meroket 84,55 poin (1,20%) ke level 7.106,839. Kini, pelaku pasar menantikan apakah momentum tersebut akan berlanjut.





Proyeksi Pergerakan IHSG





Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan faktor musiman domestik.





"Jika melihat kondisi global selama libur panjang, pasar saham AS dan Asia cenderung menguat seiring meredanya tensi geopolitik dan mulai stabilnya harga energi. Ini menjadi sentimen positif awal bagi pasar saham Indonesia," jelas Hendra, kepada kumparan, Rabu (25/3).





Katalis Positif:






  1. Meredanya Ketegangan Geopolitik: Konflik di Timur Tengah yang sebelumnya memanas mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.




  2. Stabilitas Harga Energi: Harga minyak dan komoditas energi lainnya mulai normal, mengurangi tekanan eksternal.




  3. Faktor Musiman (Technical Rebound): Secara historis, IHSG cenderung mengalami technical rebound setelah libur panjang Lebaran. Hal ini terjadi karena sebelum libur, investor biasanya melakukan profit taking dan wait and see, sehingga setelah libur berakhir, aliran dana kembali masuk ke pasar.





Potensi dan Risiko:
Menurut Hendra, IHSG berpotensi menguat pada awal pembukaan, namun penguatan diperkirakan masih terbatas dan cenderung berada dalam fase konsolidasi.






  • Potensi Penguatan: Menguji area resistance di kisaran 7.150 – 7.200.




  • Potensi Pelemahan: Jika tensi geopolitik kembali memanas atau kebijakan suku bunga The Fed lebih ketat, IHSG berpotensi menguji area support psikologis di level 7.000.





"Pergerakan pasar pada pekan ini juga sangat mungkin akan merespon perkembangan global yang terjadi selama libur panjang, termasuk pergerakan harga komoditas seperti emas dan energi," lanjut Hendra.


Halaman:

Tags

Terkini