Gejala Khas Panleukopenia: Muntah, Diare, hingga Darah di Feses
Kedua harimau tersebut dilaporkan meninggal pada pagi hari, bertepatan dengan pergantian jadwal piket petugas. Gejala yang muncul pada kedua harimau antara lain:
- Muntah
- Diare
- Darah pada feses — indikasi kuat infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan dan imunitas
Antisipasi Cepat: Disinfektan dan Isolasi
Menanggapi kejadian ini, pihak kebun binatang langsung melakukan langkah antisipatif, termasuk:
- Pembersihan kandang secara menyeluruh
- Penyemprotan disinfektan intensif untuk mencegah penyebaran virus
- Isolasi anakan ke kandang karantina begitu gejala muncul
Terkait sumber penularan, Eri menjelaskan panleukopenia dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk lingkungan sekitar. Satwa berusia muda memang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi. Dugaan penularan dari induk juga masih dalam tahap pendalaman.
"Kami belum bisa memastikan apakah ada satwa lain yang terjangkit. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi ke kandang karantina dan ditangani secara intensif," jelasnya.
Diagnosis Cepat dan Akurat
Dokter hewan dari BBKSDA, Agnisa, memastikan diagnosis telah dilakukan secara cepat dan akurat. Pemeriksaan melalui rapid test serta analisis sampel feses menunjukkan hasil positif panleukopenia pada kedua anakan harimau tersebut.
"Begitu gejala muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya mengonfirmasi bahwa keduanya positif terjangkit virus panleukopenia, " ujarnya.
Kepergian Hara dan Huru meninggalkan luka mendalam bagi seluruh pegawai kebun binatang dan masyarakat Bandung yang telah menjadikan Derenten sebagai bagian dari tradisi keluarga. Namun, di balik duka ini, ada pelajaran berharga tentang pentingnya biosekuriti, deteksi dini, dan penguatan sistem perawatan satwa. Semoga kejadian serupa tidak terulang, dan para satwa yang tersisa dapat terus terjaga kesehatannya dengan lebih baik. (**)