[Locusonline.co] BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus balik Lebaran di jalur Nagreg akan terjadi pada H+7, dengan volume kendaraan diperkirakan melonjak hingga lebih dari 120.000 unit menuju arah Bandung. Lonjakan ini dipicu oleh percampuran antara arus balik pemudik dan aktivitas wisata yang masih berlangsung hingga akhir masa libur.
Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Eric A Prabowo, mengungkapkan bahwa situasi ini menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan.
"Untuk besok yang diprediksi sebagai puncak arus balik kedua, kami memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas bisa mencapai lebih dari 120.000 kendaraan per hari. Hal ini disebabkan oleh kombinasi antara arus balik dan arus wisata, " ujarnya di Bandung, Jumat (27/3/2026).
Rekayasa Lalu Lintas Fleksibel, Jalur Alternatif Disiapkan
Menghadapi lonjakan ini, pihak gabungan telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi di lapangan. Koordinasi dengan kepolisian dan daerah tujuan wisata juga terus diperkuat untuk mengurai kepadatan.
Eric menambahkan bahwa pembukaan jalur alternatif seperti Cikaledong dan Ciburial akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan tingkat kepadatan yang terjadi.
"Untuk rekayasa lalu lintas, seperti pembukaan jalur alternatif di Cikaledong dan Ciburial, hal tersebut akan dilakukan secara situasional tergantung pada kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan," katanya.
Data Arus Balik: Stabil di Atas 100.000 Kendaraan per Hari
Berdasarkan data Dishub Kabupaten Bandung, arus balik sejak H+1 hingga H+5 masih terpantau stabil di atas 100.000 kendaraan per hari, dengan volume tertinggi tercatat pada puncak H+3 mencapai 149.030 kendaraan.