"Beras kita tahun lalu surplus 4 juta, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta. Jadi insyaallah kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya ya," kata Zulhas.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi kelangkaan pangan akibat situasi global yang memanas.
Harga Plastik Melonjak Jadi Sorotan
Di luar harga pangan, Zulhas menyoroti keluhan utama para pedagang pasar, yaitu lonjakan harga kemasan plastik. Menurut para pedagang, harga plastik melonjak drastis dan menjadi beban tambahan dalam operasional dagang mereka.
"Ya ini memang tidak hanya pedagang sini, hampir seluruhnya memang mengeluhkan soal harga plastik. Naiknya tuh gak kira-kira ya, bukan naik, ini melonjak," ujar Zulhas.
Menanggapi hal ini, pemerintah akan mengundang pihak terkait untuk membahas kenaikan harga biji plastik yang menjadi penyebab utama lonjakan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban pedagang pasar.
Pemantauan Intensif di 550 Titik Pasar
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, yang turut mendampingi kunjungan, menyampaikan bahwa pemantauan pasokan kebutuhan pokok dilakukan secara intensif melalui aplikasi SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) di 550 titik pasar di seluruh Indonesia.
"Kurang lebih mungkin baru 50 persen ya pedagangnya baru datang dan kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi. Jadi saya kira semua bagus, pasokan tercukupi dan kita terus akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari," ujar Budi.
Kunjungan ke Daerah: Lampung dan Jawa Tengah
Zulhas mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan harga pangan di berbagai wilayah Indonesia. Ia berencana melakukan pengecekan langsung ke Lampung serta Jawa Tengah dalam waktu dekat untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.