ragam

Dinkes Bandung Genjot Imunisasi MR untuk Cegah Penularan Campak

Rabu, 1 April 2026 | 08:08 WIB



Imunisasi Kejar Digencarkan di Seluruh Kecamatan





Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Bandung terus menggencarkan program imunisasi kejar (catch-up campaign) di seluruh kecamatan. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, tanpa melihat keterlambatan usia selama masih dalam rentang balita.





"Silakan masyarakat datang ke puskesmas atau melalui kader. Imunisasi kejar tetap bisa diberikan selama anak masih dalam usia sasaran," ujar Dadan.





Untuk meningkatkan cakupan, Dinkes juga menggandeng aparat kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna mengedukasi masyarakat.





Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai





Dinkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala campak yang umumnya diawali dengan:






  • Demam tinggi




  • Ruam pada kulit




  • Batuk, pilek, dan mata merah





Masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, tanpa menunggu munculnya ruam.





Isolasi Mandiri dan Masker untuk Cegah Penularan





Untuk mencegah penularan, penderita yang diduga campak dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan menggunakan masker.





"Virus campak bisa bertahan di udara hingga dua jam. Jadi penggunaan masker dan isolasi mandiri sangat penting untuk mencegah penularan," katanya.





Target 95 Persen: Kekebalan Kelompok untuk Lindungi Masyarakat





Dadan menjelaskan, imunisasi merupakan perlindungan paling efektif terhadap campak. Dengan cakupan imunisasi mencapai 95 persen, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk dan melindungi masyarakat secara luas.

Halaman:

Tags

Terkini