ragam

Drama Amsal Sang Videografer vs Negara: Ketika Kamera Ditimbang Pakai Neraca Korupsi

Rabu, 1 April 2026 | 10:40 WIB
Amsal Christy Sitepu, videografer yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi profil desa, Karo, menghirup udara bebas, Selasa (31/3/2026).(Tribun Medan/Anugrah Nasution)



“Kalau mahal, kenapa tidak ditolak?” begitu kira-kira logika sederhana yang ia ajukan logika pasar yang tiba-tiba harus bertarung dengan logika hukum.





Ia juga mengingatkan bahwa proyek tersebut dilakukan di masa pandemi Covid-19, saat banyak pelaku kreatif berusaha bertahan hidup dengan cara apa pun yang masih legal menurut akal sehat meski belum tentu menurut tafsir hukum.





Kasus ini menyisakan pertanyaan klasik yang belum juga selesai dijawab: di mana batas antara harga jasa kreatif dan dugaan korupsi? Ketika ide dihargai nol, apakah yang tersisa hanya risiko?





Sementara itu, putusan hakim hari ini akan menjadi lebih dari sekadar vonis bagi satu orang. Ia berpotensi menjadi preseden bagi ribuan pekerja kreatif lain yang mungkin kini mulai berpikir ulang sebelum mengirim proposal ke pemerintah, takut-takut bukan revisi yang datang, melainkan panggilan penyidik.





Di negeri di mana kreativitas didorong sebagai motor ekonomi, kasus ini seperti ironi yang diedit tanpa filter: ketika kamera bisa merekam keindahan desa, tapi juga berpotensi menyeret pembuatnya ke balik jeruji.*****


Halaman:

Tags

Terkini