Menurutnya, pengalaman spiritual selama di Makkah dan Madinah jauh lebih berharga dibandingkan hal-hal bersifat material.
Jaga Kesehatan, Jangan Memaksakan Diri
Farhan mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang kuat. Perubahan cuaca ekstrem di Tanah Suci serta padatnya aktivitas ibadah menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah.
"Ibadah haji itu berat secara fisik. Jaga kesehatan, jangan memaksakan diri. Kalau sakit, ibadah tidak akan maksimal," katanya.
Ia mengingatkan pentingnya mengikuti manasik haji sebagai bekal pemahaman teknis, termasuk membedakan rukun, wajib, dan sunnah dalam ibadah.
Wukuf di Arafah: Puncak Haji yang Harus Dikhusyukkan
Secara khusus, Farhan menyoroti momen wukuf di Arafah sebagai inti dari seluruh rangkaian ibadah haji.
"Wukuf adalah puncak haji. Gunakan waktu itu untuk berzikir, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan tergoda hal-hal yang mengganggu kekhusyukan," pesannya.
Ia bahkan mengingatkan jemaah agar tidak tergoda aktivitas di luar tenda saat wukuf, yang dapat mengurangi nilai spiritual ibadah tersebut.
Doakan Kota Bandung dan Indonesia
Menutup sambutannya, Farhan menitipkan harapan besar kepada para jemaah agar turut mendoakan Kota Bandung dan Indonesia di Tanah Suci.