ragam

Jenderal Randy George: "Satu Orang Gila Akan Memimpin Militer AS Menuju Kehancuran"

Minggu, 5 April 2026 | 11:11 WIB



Sumber dari Pentagon mengonfirmasi bahwa George menolak perintah untuk mengirim pasukan darat dalam skala besar ke Iran . Penolakan inilah yang menjadi "bom waktu" hubungannya dengan Hegseth .





Pangkal Konflik: Promosi yang Diblokir dan "Pembersihan" Ideologis





Tiga faktor utama memicu pemecatan George :





1. Penolakan Membatalkan Promosi Perwira





Hegseth secara konsisten memblokir promosi empat perwira Angkatan Darat ke pangkat jenderal bintang satu. Dua di antaranya adalah perwira kulit hitam, dua lainnya adalah perwira perempuan .





George dan Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll menolak mencoret nama-nama tersebut dari daftar promosi, dengan alasan rekam jejak pengabdian yang teladan . Sekitar dua pekan sebelum pemecatan, George meminta pertemuan dengan Hegseth untuk membahas masalah ini, namun Hegseth menolak bertemu .





2. Keengganan Menjalankan Perintah Perang





George menilai perang darat melawan Iran akan menjadi bencana, berpotensi menyeret AS kembali ke "pusaran konflik panjang" seperti di Irak dan Afghanistan . Ia telah menyampaikan penilaiannya berkali-kali melalui saluran resmi militer, tetapi diabaikan.





3. "Pembersihan" Ideologis Pentagon





Sejak menjabat, Hegseth telah memberhentikan lebih dari selusin perwira tinggi, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal CQ Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti, Kepala NSA Jenderal Timothy Haugh, hingga Kepala Dinas Kesehatan dan Perwira Pembinaan Mental .





"Outsider"—begitu Hegseth menyebut dirinya—memandang militer perlu dibersihkan dari perwira yang tidak "setia" pada visi Trump . Seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya menyebut proses ini sebagai "pembersihan perwira yang dianggap tidak kompatibel secara ideologis" .





Reaksi: "Militer AS dalam Bahaya"





Pernyataan George sontak memicu gelombang reaksi dari kalangan politisi dan analis militer. Kongresman Eugene Vindman menyatakan:

Halaman:

Tags

Terkini