Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026) melemah 70 poin atau 0,41 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga bergerak melemah ke level Rp17.092 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.037 per dolar AS.
| Indikator | Sebelumnya | Hari Ini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kurs Pasar | Rp16.980 | Rp17.105 | -70 poin (-0,41%) |
| JISDOR | Rp17.037 | Rp17.092 | -55 poin |
Kalibrasi Tiga Skenario Dampak Perang
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo telah menyatakan bahwa BI melakukan kalibrasi instrumen intervensi rupiah dengan menyesuaikan respons terhadap tiga skenario dampak perang Timur Tengah.
| Skenario | Kondisi | Respons BI |
|---|---|---|
| Rendah | Harga minyak tidak terlalu tinggi | Intervensi terbatas |
| Menengah | Harga minyak naik moderat | Intervensi terukur |
| Tinggi | Harga minyak melonjak drastis | Intervensi optimal + kebijakan suku bunga |
"Kami terus mengoptimalkan di moneter tiga instrumen intervensi dengan kecukupan cadangan devisa dan diperkuat dengan kebijakan suku bunga," kata Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI secara daring di Jakarta, Selasa (17/3).
Cadangan Devisa Masih Kuat
Bank sentral memandang bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat agar dapat memitigasi dampak perang Timur Tengah. Berbagai upaya untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran juga diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data terbaru:
| Indikator | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Neraca Perdagangan (Februari 2026) | Surplus 1,27 miliar dolar AS | Meningkat dari surplus Januari (0,95 miliar dolar AS) |
| Cadangan Devisa (Februari 2026) | 151,9 miliar dolar AS | Setara 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor + pembayaran utang |
Posisi cadangan devisa ini masih berada di atas standar kecukupan internasional (standar minimal 3 bulan impor). Hal ini memberikan ruang bagi BI untuk melakukan intervensi yang diperlukan.
Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Meskipun rupiah sempat menembus Rp17.000 per dolar AS, BI memiliki bantalan yang kuat berupa cadangan devisa yang memadai dan neraca perdagangan yang masih surplus.