Potret Kemiskinan VS Gaya Hidup Baru Pejabat
Viralnya video ini bukan tanpa sebab. Di tengah gencarnya pemerintah melakukan efisiensi anggaran dan mengklaim defisit APBN yang membengkak, pembelian motor mewah ini dianggap sebagai bentuk pemborosan yang kontradiktif.
Sebagai gambaran, uang sebesar Rp1,238 Triliun dapat digunakan untuk berbagai hal yang jauh lebih substansial bagi kesejahteraan rakyat. Jika dikonversikan, jumlah ini setara dengan:
- Kesejahteraan Guru: Dapat membayar gaji sekitar 309.000 guru honorer selama satu bulan penuh (dengan asumsi gaji Rp4 juta per bulan).
- Fasilitas Pendidikan: Mampu membiayai masa kerja 860 guru dari awal mengajar hingga pensiun (30 tahun).
- Jangkauan Nasional: Karena Indonesia memiliki sekitar 149.000 SD, uang ini secara teoritis bisa menggaji seperlima dari total guru SD di Indonesia secara bersamaan dalam satu bulan.
- Jangkauan Wilayah: Cukup untuk menggaji seluruh guru di 15 hingga 20 kota besar sekaligus.
Data pembanding ini mempertegas bahwa kebijakan alokasi anggaran untuk proyek ini sangat tidak sensitif terhadap kondisi riil kebutuhan dasar masyarakat.
Pengamat Kecam Metode E-Purchasing: "Menghindari Pantauan Publik"
Sorotan tidak hanya tertuju pada nominal anggaran, tetapi juga pada metode pengadaan yang digunakan. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa pengadaan motor ini dilakukan melalui sistem E-Purchasing.
Metode ini memungkinkan kementerian/lembaga membeli barang langsung dari katalog online resmi tanpa melalui proses tender atau lelang. Meskipun legal, metode ini dinilai sangat tidak transparan karena sulit terdeteksi dan dipantau oleh publik.
"Pengadaan motor ini mempergunakan sistem E-Purchasing agar senyap dan tidak bisa dipantau oleh publik, dan hal ini berhasil," tegas Uchok.
Ia bahkan mengklaim timnya menemukan fakta bahwa angka sebenarnya jauh lebih besar, yakni 65.067 unit dengan anggaran mencapai Rp3,2 Triliun, namun data ini belum dapat diverifikasi secara independen. Ia menegaskan bahwa praktik ini sangat mencurigakan.
"Borong motor ini harus disidik oleh aparat hukum. Harganya terlalu mahal, dan mencurigakan," tandasnya.