Meskipun optimis, Presiden juga mengingatkan pentingnya efisiensi dan transisi energi:
| Prinsip | Keterangan |
|---|---|
| Hemat energi | Menggunakan energi secara bijak dan efisien |
| Energi bersih | Beralih ke energi terbarukan yang ramah lingkungan |
| Kemandirian | Tidak tergantung pada sumber energi asing |
"Walaupun bagaimana kita harus hemat energi, walaupun bagaimana kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan," tegas Presiden.
Syarat Mutlak: Kemandirian Pangan dan Energi
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk bertahan dan terus tumbuh sebagai bangsa besar.
"Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri di bidang-bidang yang paling menentukan, yaitu di antaranya yang paling utama tentu pangan, habis itu energi," kata Presiden.
| Bidang Kemandirian | Urgensi |
|---|---|
| Pangan | Menjamin ketahanan pangan nasional |
| Energi | Menjamin stabilitas ekonomi dan keamanan nasional |
Peresmian Pabrik VKTR: Langkah Nyata Hilirisasi
Peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung hilirisasi industri dan transisi energi.
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik di tingkat global, memanfaatkan kekayaan sumber daya alam seperti nikel yang melimpah untuk diproses menjadi baterai dan komponen kendaraan listrik.
Optimisme di Tengah Tantangan Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan fluktuasi harga energi, Presiden Prabowo memilih untuk menyampaikan optimisme. Menurutnya, Indonesia memiliki semua modal yang diperlukan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi kekuatan besar.
"Indonesia sangat cerah, kita sangat kuat, makin kuat, pertumbuhan kita baik," ujarnya.