"Jangan hanya bersaing di Kota Bandung. Bersainglah dengan dunia, dan jadikan Bandung sebagai tempat lahirnya talenta terbaik Indonesia," pesannya.
Rektor UTB: 200 Mahasiswa Bekerja di Jepang, Gaji Rp20 Juta/Bulan
Rektor UTB, Muhammed Nasser, menyampaikan bahwa UTB terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif dan siap menghadapi pasar global. Saat ini, UTB memiliki sekitar 4.800 mahasiswa yang tersebar di dua fakultas: Fakultas Industri Kreatif serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
"Sekitar 200 mahasiswa kami saat ini bekerja di Jepang dengan rata-rata gaji sekitar Rp20 juta per bulan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat internasional," ungkapnya.
Inovasi UTB: Dari Teknologi Plastik hingga Limbah Tahu
UTB juga aktif mengembangkan berbagai inovasi, khususnya di bidang lingkungan, seperti:
- Program pemilahan sampah dari hulu
- Alat pencacah sampah
- Teknologi pelumer plastik yang telah dimanfaatkan di sejumlah wilayah di Jawa Barat
Dalam bidang pengabdian masyarakat, UTB turut berkontribusi melalui berbagai program, di antaranya:
- Pengolahan limbah cair tahu
- Pembuatan kompos
- Edukasi pemilahan sampah di sejumlah wilayah di Kota Bandung
Dukungan Pemkot Bandung: Beasiswa Rp3,3 M untuk 382 Mahasiswa
Melansir paparan Rektor UTB, Pemkot Bandung juga memberikan dukungan melalui program beasiswa pendidikan yang telah berjalan sejak 2016. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 382 mahasiswa UTB telah menerima manfaat dengan total bantuan mencapai sekitar Rp3,3 miliar.
Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menciptakan SDM unggul, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus mendorong Kota Bandung sebagai pusat lahirnya talenta terbaik Indonesia. Dengan adanya kerja sama lintas dinas dan dukungan beasiswa, diharapkan semakin banyak mahasiswa UTB yang mampu berkarya di kancah internasional. (**)