Pesan Budaya: Jaga Nilai Leluhur di Tengah Kemajuan Pariwisata
Pesan budaya yang mendalam disampaikan oleh Pupuhu Sancang Kelana Ngabuana, Ki Arya Sancang. Ia mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya leluhur di tengah pesatnya perkembangan pariwisata.
"Kemajuan wisata jangan sampai menghilangkan jati diri budaya Sunda. Pantai Sayang Heulang bukan hanya indah, tetapi juga menyimpan cerita dan nilai luhur yang harus kita rawat bersama," pesan Ki Arya Sancang.
Ragam Acara: Seni Tradisional hingga Pameran Potensi Lokal
Festival ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang memukau, antara lain:
- Tari Jaipong dan tarian kreasi daerah
- Seni beladiri pencak silat oleh paguron lokal
- Musik tradisional (angklung, degung, dan kecapi suling)
- Pameran potensi wisata lokal (kuliner, kerajinan, dan produk UMKM)
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati keindahan Bukit Teletubbies Sayang Heulang dengan hamparan hijau yang khas, berfoto di spot-spot instagramable, serta berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Sayang Heulang: Destinasi Unggulan Berbasis Kearifan Lokal
Pantai Sayang Heulang dikenal dengan tebing-tebing indah, pasir putih, dan ombak yang cocok untuk berselancar. Dengan adanya festival ini, kawasan tersebut diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi destinasi unggulan berbasis kearifan lokal.
Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus mendukung event-event serupa sebagai bagian dari strategi meningkatkan kunjungan wisata ke Garut Selatan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Festival Seni Budaya dan Wisata Sayang Heulang menjadi bukti nyata bahwa potensi wisata Garut Selatan mampu dikemas menjadi event menarik yang menggabungkan keindahan alam, seni budaya, dan partisipasi aktif generasi muda. Dengan kolaborasi yang solid, event ini diharapkan menjadi agenda tahunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah Pameungpeuk dan sekitarnya. (**)