Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah kemampuan bahasa. Oleh karena itu, pelatihan bahasa juga menjadi bagian dari program ini.
"Dengan kemampuan bahasa, peserta tidak hanya memiliki skill, tetapi juga peluang bekerja di luar negeri," ujarnya.
Program pelatihan ini berlangsung mulai 13 April hingga 20 Mei 2026.
Kombinasi Padat Karya dan Pelatihan: Solusi Komprehensif Tekan Pengangguran
Farhan berharap kombinasi antara padat karya dan pelatihan kompetensi dapat menjadi solusi komprehensif dalam menekan pengangguran dan meningkatkan produktivitas warga Bandung.
"Ini adalah upaya berkelanjutan. Kita ingin memastikan semua warga memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang," ujarnya.
Dengan 27 paket pelatihan, sertifikasi BNSP, serta pembekalan bahasa asing, Pemkot Bandung membuka lebar peluang bagi warganya untuk bersaing tidak hanya di pasar kerja lokal, tetapi juga global. Program ini menjadi bekal berharga bagi pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing. (**)