"Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang atau lebih lama dari biasanya," kata Vivi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Petani
1. Hemat Air Bersih
Warga diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih sejak sekarang. Jangan menunggu hingga krisis terjadi.
2. Optimalisasi Waduk, Bendungan, dan Embung
Otoritas terkait diminta mengoptimalisasi operasi waduk, bendungan, serta merehabilitasi embung sebagai cadangan air darurat.
3. Sektor Pertanian: Sesuaikan Kalender Tanam
BMKG meminta para petani untuk:
- Menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari puncak musim kemarau
- Beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan
- Memilih tanaman berumur pendek untuk mengurangi risiko gagal panen
4. Sektor Kebencanaan: Waspada Kebakaran
"Untuk sektor kebencanaan, dimohon kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan," ucap Vivi Indhira.
| Sektor | Imbauan |
|---|---|
| Masyarakat umum | Hemat air bersih |
| Pemerintah daerah | Optimalisasi waduk, bendungan, embung |
| Petani | Sesuaikan kalender tanam, gunakan varietas tahan kekeringan |
| Kebencanaan | Waspada kekeringan & kebakaran hutan/lahan |
Wilayah Rawan: Cek Daftar Lengkap
Wilayah yang paling awal mengalami kemarau (Maret-April) adalah Bekasi, Karawang Utara, Subang, dan Indramayu. Pada Mei, sebanyak 56% wilayah Jabar akan menyusul. Puncaknya pada Agustus, 90% wilayah Jabar akan mengalami kemarau ekstrem.
Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan cadangan air sejak dini.
Musim kemarau 2026 diprediksi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir di Jawa Barat. Dengan durasi lebih panjang, awal lebih cepat, dan tingkat kekeringan lebih tinggi, semua pihak—masyarakat, petani, pemerintah daerah, dan sektor kebencanaan—harus bersiap. Hemat air mulai sekarang! (**)