ragam

22 Kecamatan di Bandung Bakal Kena Dampak BRT! Dishub Mulai Sosialisasi Akhir April

Sabtu, 18 April 2026 | 10:10 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera melaksanakan sosialisasi pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) kepada masyarakat di wilayah terdampak. Tercatat, sebanyak 22 kecamatan akan terlibat dalam proses sosialisasi tersebut.





Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan sebagai langkah awal sebelum pembangunan koridor BRT, khususnya pada jalur on-corridor yang berpotensi menimbulkan dampak langsung di lapangan.





"Sosialisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh di 22 kecamatan yang terdampak. Kita libatkan masyarakat, mulai dari kelurahan, RT/RW, hingga perwakilan pedagang kaki lima dan pihak lain yang terdampak," ujarnya usai Rapat Koordinasi BRT dengan Kemenhub, World Bank, dan konsultan terkait di Balai Kota, Rabu (15/4/2026).





Pendekatan Terintegrasi, Bukan Parsial





Rasdian menegaskan, pendekatan sosialisasi yang dilakukan tidak bersifat parsial, melainkan terintegrasi. Artinya, seluruh aspek pembangunan BRT akan disampaikan secara utuh kepada masyarakat.





"Jadi bukan hanya membahas off-corridor atau on-corridor saja, tapi seluruhnya kita sampaikan. Termasuk dampak yang mungkin timbul dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat memahami secara menyeluruh," jelasnya.





Jalur On-Corridor Sepanjang 21 Km, Kecamatan Andir-Regol-Sumur Bandung Paling Terdampak





Rasdian mengungkapkan, wilayah yang paling terdampak berada di jalur on-corridor sepanjang kurang lebih 21 kilometer. Beberapa kecamatan yang masuk dalam jalur tersebut antara lain:






  • Andir




  • Regol




  • Sumur Bandung





Menurutnya, dampak terbesar akan dirasakan pada pembangunan jalur khusus BRT di on-corridor. Jalur ini direncanakan menggunakan separator sebagai pembatas lajur, dengan desain yang tidak terlalu tinggi.


Halaman:

Tags

Terkini