ragam

Anak Buruh Tani Dari Garut ke Kampus Poltekkes Bandung, Bukti Mimpi Tak Butuh Rekening Tebal

Selasa, 21 April 2026 | 13:38 WIB
Foto Istimewa



Namun, Sulis bukan tipe mahasiswa yang sekadar hadir untuk mengisi absensi. Di kampus, ia dikenal aktif, bahkan dipercaya menjadi penanggung jawab mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah bidang yang terkenal tidak ramah bagi yang setengah hati.





Di luar akademik, ia juga mencatatkan prestasi sebagai Juara 2 Musabaqah Syahril Qur’an tingkat kampus. Sementara di dunia klinis, ia justru terlihat paling “hidup” saat praktik langsung di rumah sakit tempat teori diuji oleh realitas.





Bagi Sulis, ilmu keperawatan bukan sekadar profesi, melainkan cara membalas kebaikan masyarakat yang telah membantunya berdiri sejauh ini. Ia menargetkan bisa segera bekerja sebagai perawat profesional setelah lulus.





Namun ambisinya tidak berhenti di ruang perawatan. Ia juga bercita-cita membuka usaha kuliner dan menguasai bahasa asing seperti Arab dan Inggris sebuah kombinasi yang terdengar unik, tapi realistis di era serba multitasking.





Di akhir pernyataannya, Sulis menyampaikan pesan sederhana kepada para donatur yang telah mendukungnya.





“Setiap langkah saya ini adalah hasil dari kebaikan orang lain. Semoga semua dibalas dengan keberkahan,” ucapnya.





Kisah Sulis seolah menjadi “tamparan halus” bagi anggapan bahwa kesuksesan selalu butuh modal besar. Dalam beberapa kasus, yang dibutuhkan justru lebih sederhana: tekad, doa, dan sedikit bantuan yang datang di waktu yang tepat.*****


Halaman:

Terkini