Kamis, 4 Juni 2026

Seruan Macron Guncang Aliansi Barat, Ajak Negara Dunia Berdiri Tanpa AS

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Minggu, 5 April 2026 | 13:13 WIB
AI Generated
AI Generated


[Locusonline.co] JakartaPresiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (3/4/2026) menyerukan kepada sekelompok negara, termasuk negara-negara Eropa, Korea Selatan, Jepang, Brasil, Australia, dan Kanada untuk bersatu dan berdiri bersama guna mencapai kemandirian tanpa Amerika Serikat.





Seruan ini disampaikan Macron di tengah memanasnya ketegangan transatlantik pasca penolakan negara-negara Eropa untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran.





"Jalan Ketiga" di Tengah Dominasi Dua Kekuatan





Dalam pertemuan dengan mahasiswa di Universitas Yonsei, Seoul, Macron menyatakan bahwa negara-negara tidak boleh terlalu bergantung pada AS karena berisiko terkena dampak inkonsistensi kebijakan Washington. Ia juga menyebut ketergantungan pada China sebagai bentuk dominasi yang juga harus dihindari .





"Dengan agenda seperti itu, yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, Australia, kita mulai memiliki semacam jalan ketiga (yang independen dari AS)," kata Macron .





Pernyataan ini menegaskan kembali posisi Prancis yang sejak lama mengusung konsep "strategic autonomy" Eropa—kemampuan untuk menentukan kebijakan sendiri tanpa harus selalu sejalan dengan Washington. Macron sebelumnya pernah menyatakan bahwa Eropa tidak boleh menjadi "bawahan" AS maupun China.





Latar Belakang: Retakan Hubungan AS-Eropa





Seruan Macron muncul di tengah memanasnya ketegangan antara AS dan sekutu Eropanya pasca eskalasi konflik di Timur Tengah. Beberapa negara Eropa, termasuk Prancis dan Jerman, menolak untuk berpartisipasi dalam operasi militer AS melawan Iran .





Prancis bahkan dilaporkan melarang militer AS untuk menggunakan pangkalan udaranya di kawasan dan bergabung dengan Rusia serta China dalam menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan mengizinkan operasi militer untuk membuka Selat Hormuz .


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X