Kamis, 4 Juni 2026

Trump: "Kuba Target Selanjutnya" Setelah Iran, Diaz-Canel Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 30 Maret 2026 | 16:16 WIB


[Locusonline.co] Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang mengarahkan sorotan dunia ke Kuba. Dalam pidatonya di ajang Future Investment Initiative, sebuah konferensi bisnis bergengsi di Saudi Arabia, Jumat (27/3/2026), Trump menyebut Kuba sebagai kemungkinan target aksi militer AS berikutnya setelah Iran dan Venezuela.





"Saya membangun militer yang hebat ini. Saya berkata, 'Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya,' tetapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya," kata Trump di hadapan para peserta konferensi.





Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang reaksi internasional, mengingat Kuba dan Amerika Serikat memiliki sejarah hubungan yang kompleks sejak era Perang Dingin.





Pernyataan Kontroversial dengan "Pencabutan" Gaya Trump





Dalam gaya khasnya, Trump menambahkan kalimat yang seolah mencoba mencabut pernyataan sebelumnya.





"Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu," ujarnya dengan nada setengah bercanda.





Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi kebijakan luar negeri AS yang dalam beberapa pekan terakhir telah melancarkan operasi militer di Venezuela dan meningkatkan tekanan terhadap Iran terkait program nuklir dan pengaruh regionalnya.





Kuba: "Kedaulatan Tidak Pernah Bisa Ditawar"





Menanggapi pernyataan Trump, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel telah lebih dulu menyampaikan sikap tegas negaranya. Dalam wawancara dengan media berbahasa Spanyol, Canal Red, di Havana, Rabu (25/3/2026), Diaz-Canel menegaskan bahwa meskipun Kuba terbuka untuk berdialog dengan AS, kemerdekaan dan sistem politik negaranya adalah harga mati.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X