berita-internasional

Seruan Macron Guncang Aliansi Barat, Ajak Negara Dunia Berdiri Tanpa AS

Minggu, 5 April 2026 | 13:13 WIB
AI Generated



"Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer," ujar Macron, merujuk pada intervensi AS di masa lalu seperti Irak, Suriah, dan Afghanistan yang dinilainya tidak pernah benar-benar membawa solusi.





Ancaman Trump: AS Bisa Keluar dari NATO





Presiden AS Donald Trump menanggapi dingin sikap sekutu Eropanya. Dalam wawancara dengan The Telegraph pada 1 April 2026, Trump menyatakan bahwa ia serius mempertimbangkan penarikan AS dari NATO, menyusul penolakan aliansi tersebut untuk membantu operasi militer AS terhadap Iran .





"Oh, ya, saya ingin mengatakan bahwa (itu) sudah jauh kami pertimbangkan lagi," ungkap Trump.





Trump bahkan menyebut NATO sebagai "macan kertas" (paper tiger)—organisasi yang terlihat kuat tetapi sebenarnya lemah . Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, juga menyerukan negara-negara anggota NATO untuk menjelaskan kepada Amerika Serikat bagaimana aliansi tersebut tetap bermanfaat bagi Washington.





Dampak terhadap Aliansi Global





Situasi ini mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap geopolitik global:





AspekDampak
NATOAliansi yang telah menjadi fondasi keamanan Barat selama 76 tahun ini menghadapi ujian eksistensial. Beberapa analis menyebutnya "lumpuh" dan mulai terpecah .
EropaMulai menggagas kemandirian pertahanan melalui paket "ReArm Europe/Readiness 2030" senilai €800 miliar. Prancis dan Inggris memimpin diskusi mengenai pembentukan kontingen militer Eropa yang terpadu .
"Koalisi Kemerdekaan"Macron berupaya membangun blok negara-negara "middle power" yang tidak ingin tunduk pada dominasi AS maupun China, dengan fokus pada kerja sama di bidang AI, antariksa, energi, dan pertahanan .




Reaksi Negara Lain





Dalam kunjungannya ke Jepang sebelum ke Korea Selatan, Macron juga menyampaikan gagasan serupa. Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dilaporkan merespons positif wacana kerja sama dengan Prancis di kawasan Indo-Pasifik .





Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyatakan kesediaan negaranya untuk bekerja sama dengan Prancis dalam membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah, termasuk upaya membuka kembali Selat Hormuz.





Tantangan Mewujudkan "Jalan Ketiga"





Meskipun seruan Macron mendapat perhatian, tantangan untuk mewujudkan kemandirian dari AS sangatlah besar. Beberapa hambatan utama meliputi:

Halaman:

Tags

Terkini