LOCUSonline - Pemerintah kembali melanjutkan proses pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026. Hingga Kamis, 21 Mei 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah mulai melaporkan adanya saldo bantuan yang masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pencairan bansos kali ini menjadi perhatian banyak masyarakat karena sebelumnya masih cukup banyak penerima yang mengaku belum mendapatkan bantuan hingga pertengahan Mei. Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran, terutama bagi KPM yang mengandalkan bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah penerima menyebut saldo bantuan mulai masuk secara bertahap melalui bank penyalur seperti BNI, Mandiri, BRI hingga BSI. Bahkan beberapa KPM mengaku sempat mendapati rekening kosong saat pengecekan pagi hari, namun beberapa jam kemudian dana bantuan tiba-tiba sudah tersedia.
Fenomena pencairan bertahap itu membuat banyak penerima kini rutin memantau saldo rekening bansos mereka melalui ATM, agen bank maupun layanan mobile banking. Tidak sedikit masyarakat yang berharap bantuan segera cair karena kebutuhan rumah tangga terus meningkat menjelang pertengahan tahun.
Status Data Penerima Mulai Berubah di Sistem
Di tengah penantian pencairan, muncul perkembangan terbaru dari sistem data bantuan sosial. Beberapa data penerima yang sebelumnya mengalami kendala verifikasi disebut telah berubah status menjadi SPM di sistem SIKS-NG.
Perubahan status tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa proses pencairan susulan tengah berjalan. Pendamping sosial dan operator desa di sejumlah wilayah juga mulai menerima informasi nominal bantuan yang akan disalurkan kepada KPM.
Meski begitu, proses distribusi bantuan disebut belum sepenuhnya selesai. Kementerian Sosial masih terus melakukan sinkronisasi data penerima dengan pihak bank penyalur agar pencairan dapat berjalan sesuai prosedur.
Karena itu, masyarakat yang hingga kini belum menerima bantuan diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa mereka dicoret dari daftar penerima. Pemerintah memastikan proses penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan data dan wilayah masing-masing.
BPNT Rp600 Ribu Mulai Banyak Cair Lewat Bank BNI
Untuk bantuan BPNT tahap kedua, nominal yang diterima KPM diketahui mencapai Rp600 ribu. Berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, pencairan paling banyak dilaporkan melalui rekening Bank BNI.
Banyak penerima mengaku dana bantuan masuk tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini membuat sebagian masyarakat memilih melakukan pengecekan saldo secara berkala agar tidak terlambat mengetahui adanya pencairan.
Di sisi lain, masih ada penerima yang belum mendapatkan saldo bantuan sama sekali. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya status bantuan yang sudah tidak aktif atau exclude dalam sistem.
Selain itu, ada pula penerima yang sebelumnya mengalami gagal cek rekening sehingga proses pencairannya membutuhkan verifikasi ulang. Dalam kasus seperti ini, data penerima biasanya akan diperbaiki terlebih dahulu sebelum bantuan dapat disalurkan kembali.
Pendamping sosial mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. KPM juga diminta aktif berkoordinasi dengan aparat desa atau pendamping bansos setempat untuk memastikan status bantuan mereka.
KPM Diingatkan Segera Cairkan Bantuan
Pemerintah memberikan batas waktu transaksi sekitar 30 hari sejak dana bantuan masuk ke rekening penerima. Karena itu, KPM yang telah menerima saldo bansos diminta segera melakukan pencairan agar tidak mengalami kendala administrasi maupun gangguan transaksi di kemudian hari.
Artikel Terkait
Sekolah Maung Jabar 2026 Resmi Tanpa Zonasi, Siswa Prestasi Bersiap Rebut 21 Ribu Kursi Sekolah Elit
Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila: Negara Harus Hadir, Bukan Sekadar Muncul Saat Potong Pita
Sambil Mabuk, Oknum Polisi Polda Jabar Ngamuk Nenteng Senjata dirumah Anggota DPR RI Ade Ginanjar
Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau
DPR Soroti WNI Ditangkap Israel “Bawa Misi Kemanusiaan, Malah Disambut Borgol”
Pertamina Temukan 11 Miliar Barel “Minyak Bukan Kaleng-Kaleng”, Investor Masih Dicari, Fiskal Masih Dinego
Sekolah Maung Dedi Mulyadi Disorot DPRD Jabar, Wacana IQ 130 Bikin Publik Bertanya: Sekolah atau Seleksi Avengers?
Rupiah Melemah, Orang Kantoran Mulai Tinggalkan Mal: Bekal dari Rumah Kini Lebih Romantis daripada Food Court
Bantuan Hukum untuk Rakyat Miskin Ditambah, Negara Akhirnya Sadar Sidang Tak Bisa Dibayar Pakai Doa
Seminar Guru PAUD di Tasikmalaya Bongkar Realita Pendidikan Inklusi: Anak Butuh Dipahami, Bukan Sekadar Disuruh Diam