LOCUSonline, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai terang-terangan memasang target besar di sektor pendidikan. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa kekayaan utama sebuah daerah bukan lagi sekadar tambang, proyek atau gedung megah, melainkan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pembangunan sekolah unggulan dinilai jadi mesin pencetak masa depan, bukan sekadar proyek seremoni potong pita.
Pernyataan itu disampaikan Dony saat menghadiri groundbreaking pembangunan MAN Insan Cendekia Sumedang di Kecamatan Ujungjaya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Dony, sekolah unggulan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin bangsa, bukan sekadar tempat mengejar ijazah dan foto wisuda untuk dipajang di ruang tamu.
"Dari sekolah unggul akan lahir pemimpin bangsa. Ini investasi SDM paling mahal sekaligus paling penting," kata Dony.
Bahasa sederhananya daerah sering sibuk membangun gapura dan baliho pencitraan, tapi lupa membangun otak generasi mudanya. Akibatnya anak daerah hanya jadi penonton ketika peluang besar datang.
Tak berhenti di MAN IC, Pemkab Sumedang juga sedang mendorong pembangunan Sekolah Garuda di wilayah yang sama. Kawasan Ujungjaya bahkan mulai dipoles menjadi klaster pendidikan elite versi Sumedang.
"Di sini sudah ada pembangunan Sekolah Rakyat, sekarang MAN IC, mudah-mudahan Sekolah Garuda juga masuk. Jadi kawasan ini bisa jadi rumah terbaik pendidikan di Indonesia," ujar Dony.
Ia memastikan Pemkab Sumedang siap all out mendukung pembangunan tersebut, termasuk menyiapkan akses jalan utama sepanjang 1,7 kilometer. Separuh lahan disebut milik Perhutani dan separuh lainnya lahan provinsi.
"Insyaallah jalannya akan dibangun oleh Dinas PUTR Sumedang," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama, R. Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa proses penerimaan siswa MAN IC dilakukan secara nasional dan berbasis kualitas murni, bukan jalur kedekatan atau titipan.
"Nggak ada catatan kedekatan. Basisnya benar-benar kualifikasi," tegasnya.
Pesan tersiratnya cukup menohok: kalau kualitas pendidikan lokal tidak segera ditingkatkan, jangan kaget bila kursi sekolah unggulan di daerah sendiri malah diisi siswa dari luar daerah.