Kamis, 4 Juni 2026

Bupati Garut Gaspol Pompa Air dan Irigasi: Sawah Jangan Sampai Kering, Bantuan Jangan Hilang Duluan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 12 Mei 2026 | 14:00 WIB
Sosialisasi program Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kamis (7/5/2026). (Dok. Diskominfo Kab. Garut)
Sosialisasi program Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kamis (7/5/2026). (Dok. Diskominfo Kab. Garut)

LOCUSonline, GARUTAbdusy Syakur Amin mulai bicara terang-terangan soal kondisi pertanian di Garut. Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan krisis air, pemerintah daerah kini fokus menjaga sawah tetap hidup agar petani tidak cuma panen janji.

Hal itu disampaikan Syakur saat memimpin sosialisasi program Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kamis (7/5/2026).

Dalam arahannya, Syakur menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Garut. Kontribusinya terhadap perekonomian daerah mencapai 2,13 persen dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

"Mayoritas warga Garut hidup dari pertanian. Jadi kalau sawah bermasalah, ekonomi masyarakat ikut goyang," tegasnya.

Ia mengatakan program ini sejalan dengan target swasembada pangan nasional yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Bupati Garut Dorong Event dan Bansos Jadi Mesin Ekonomi, Investor Masih Sibuk “Wait and See”

Karena itu, Pemkab Garut memilih langkah yang lebih konkret dibanding sekadar seminar ketahanan pangan yang ujung-ujungnya hanya menghasilkan spanduk dan dokumentasi.

Pemerintah daerah kini menyiapkan pompa air, perbaikan irigasi, pupuk murah, hingga asuransi pertanian untuk mengantisipasi gagal panen akibat El Nino dan kekeringan.

"Kita harus siapkan alat untuk menjaga ketersediaan air. Pompa dan irigasi harus dimanfaatkan maksimal supaya produktivitas pertanian naik," papar Syakur.

Namun di balik bantuan besar itu, Syakur juga menyelipkan pesan yang terdengar cukup satir. Ia meminta kelompok tani menjaga bantuan pemerintah dengan serius, terutama pompa air.

Pesan itu muncul karena bantuan pertanian sering kali bernasib tragis: baru difoto saat serah terima, lalu hilang arah setelah musim tanam selesai.

"Pompa air dijaga, jangan sampai rusak apalagi hilang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Garut, Ardhy Firdian, membeberkan rincian bantuan yang akan digelontorkan sepanjang 2026.

Program tersebut meliputi:

  • 200 unit irigasi perpompaan senilai Rp155,7 juta per unit untuk 54 kelompok tani.
  • Pemeliharaan 212 jaringan irigasi tersier dengan nilai Rp100 juta per unit.
  • Optimalisasi lahan pertanian seluas 717 hektare.
  • Program cetak sawah baru seluas 100 hektare.

Baca Juga: Jembatan Hanyut, Warga Bertahun-Tahun “Uji Nyali”: Bupati Garut Janjikan Akses Baru untuk Kadongdong–Padahurip

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X