Kamis, 4 Juni 2026

Profil Muhammad Qodari Kepala Bakom RI: Dari Pengamat Politik ke "Dirigen Narasi" Pemerintah di Era Prabowo

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 28 April 2026 | 16:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menggantikan Angga Raka Prabowo. (Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menggantikan Angga Raka Prabowo. (Sekretariat Presiden)

LOCUSonline, JAKARTA - Dunia perpolitikan Indonesia kembali menghadirkan plot twist yang tak terlalu mengejutkan bagi analis politik yang selama ini rajin mengomentari kekuasaan, kini resmi menjadi bagian dari mesin komunikasi kekuasaan itu sendiri. Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), menggantikan Angga Raka Prabowo.

Sebelum dipercaya mengisi posisi strategis tersebut, Qodari menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Kini, perannya naik satu level dari mengelola strategi di balik layar menjadi pengarah narasi di depan publik.

Qodari bukan nama asing di ruang publik. Wajahnya kerap muncul di layar televisi, mengurai dinamika politik dengan gaya analitis yang tajam dan sesekali tentu saja penuh interpretasi.

Lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973, perjalanan akademis Qodari terbilang solid. Ia menamatkan pendidikan S-1 di Universitas Indonesia, lalu melanjutkan studi magister di University of Essex. Gelar doktor diraihnya dari Universitas Gadjah Mada pada 2016 dengan predikat sangat memuaskan.

Disertasinya mengupas fenomena split-ticket voting dalam Pemilu 2014 sebuah topik yang kini terasa relevan, mengingat ia sendiri berada di tengah pusaran praktik politik yang dulu ia teliti.

Baca Juga: Shut Up KDM di GBLA Saat Tribun Bicara, Politik Diminta Turun dari Lapangan Persib

Karier Qodari berkelindan di antara riset, media dan komunikasi politik. Ia memulai langkah sebagai peneliti di Institut Studi Arus Informasi pada akhir 1990-an.

Tak hanya berkutat dengan data, ia juga pernah tampil sebagai pembawa acara program politik di televisi membawa diskursus demokrasi ke ruang keluarga masyarakat Indonesia.

Di dunia jurnalistik, ia sempat menjabat sebagai Chief Editor di Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine. Sementara di industri survei, ia pernah menjadi Direktur Riset di Lembaga Survei Indonesia serta Wakil Direktur Eksekutif di Lingkaran Survei Indonesia.

Puncaknya, pada 2006, ia mendirikan Indo Barometer lembaga yang turut mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu analis politik berpengaruh di Tanah Air.

Penunjukan Qodari sebagai Kepala Bakom RI menandai transisi menarik, dari sosok yang selama ini menginterpretasi kebijakan publik, menjadi aktor yang ikut membentuk cara kebijakan itu dikomunikasikan.

Jika sebelumnya ia menganalisis opini publik, kini ia berada di posisi untuk setidaknya mengarahkan opini tersebut.

Langkah ini sekaligus mempertegas tren klasik dalam politik Indonesia, batas antara pengamat dan pelaku sering kali tipis, bahkan bisa hilang sama sekali ketika momentum datang.

Publik kini menunggu, apakah ketajaman analisis yang selama ini ditampilkan di layar kaca akan bertransformasi menjadi strategi komunikasi pemerintah yang efektif atau justru menjadi narasi yang lebih rapi namun sulit dibedakan dari realitas.*****

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X