politik

Polri Bangun Lab Sosial Sains di Akpol Semarang, Lahirkan Kebijakan Presisi Berbasis Data!

Senin, 30 Maret 2026 | 15:15 WIB
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo



PendekatanKeterangan
AdaptifMampu menyesuaikan dengan perubahan kondisi sosial yang cepat
PrediktifMenggunakan data untuk memprediksi potensi gangguan keamanan
Berbasis Bukti (Evidence-Based Policing)Kebijakan didasarkan pada riset dan data lapangan, bukan sekadar asumsi




Pendekatan evidence-based policing ini merupakan standar modern dalam praktik kepolisian di negara-negara maju. Dengan laboratorium ini, Polri berkomitmen untuk menerapkan standar yang sama di Indonesia.





Langkah Strategis Menuju Polri Profesional





Keberadaan laboratorium ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas serta memuliakan profesi Polri lewat pengembangan ilmu kepolisian.





Dengan memperkuat fondasi akademik dan riset, Polri berkomitmen menghadirkan praktik kepolisian yang semakin:






  • Ilmiah – Setiap kebijakan didasarkan pada kajian ilmiah




  • Transparan – Proses pengambilan keputusan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan




  • Akuntabel – Hasil kerja dapat diukur dan dievaluasi secara objektif





Latar Belakang: Polri di Era Disrupsi





Keputusan membangun laboratorium ini tidak lepas dari dinamika yang dihadapi Polri dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kejahatan terjadi, dari yang konvensional menjadi siber. Dinamika geopolitik global juga berdampak pada stabilitas keamanan dalam negeri. Sementara itu, transformasi sosial—termasuk perubahan perilaku masyarakat, urbanisasi, dan tuntutan terhadap pelayanan publik—menuntut Polri untuk terus beradaptasi.





Laboratorium Sosial Sains Kepolisian diharapkan menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan-tantangan tersebut.





Komitmen Polri untuk Masa Depan





Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan laboratorium ini bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam kualitas sumber daya manusia Polri.





"Kita ingin personel Polri tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan analisis yang tajam, pemahaman sosial yang mendalam, dan integritas yang kuat. Laboratorium ini akan menjadi tempat mereka belajar, bereksperimen, dan menemukan cara-cara baru dalam melayani masyarakat," pungkas Dedi Prasetyo.





Dengan hadirnya Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akpol Semarang, Polri menunjukkan keseriusannya dalam membangun institusi yang modern, profesional, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21. (**)

Halaman:

Tags

Terkini