politik

Prabowo Bongkar Alarm Merah Program MBG: Ada Laporan Kejanggalan, BGN Kini Diperiksa Lebih Dalam

Kamis, 4 Juni 2026 | 10:05 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC). (Foto : Biro Pers Presiden RI)

LOCUSonline - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai proyek besar peningkatan kualitas generasi bangsa ternyata sempat menghadapi sejumlah persoalan di internal pengelolaannya. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya menerima laporan mengenai dugaan kejanggalan hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program yang berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Prabowo mengatakan, laporan tersebut langsung menjadi perhatian serius karena MBG merupakan program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok yang membutuhkan dukungan gizi.

"Sudah beberapa waktu saya menerima laporan adanya kekurangan, kejanggalan bahkan indikasi penyelewengan dari sisi pimpinan," tegas Prabowo.

Baca Juga: “Bupati Garut Anti Kritik!” Dapat Tantangan GLMPK, Batalkan Izin Pabrik PT Pratama Abadi Industri, Ini Alasan Hukumnya…

Mendapat laporan tersebut, Prabowo mengaku tidak memilih menunggu persoalan membesar. Ia memanggil sejumlah pejabat pengawas, termasuk Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk meminta pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat menerima laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan Kepala PPATK. Saya juga memanggil beberapa pejabat lain untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di BGN," kata Prabowo.

Menurut Presiden, kualitas sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh karakter dan kemampuan pemimpinnya. Ia menilai tata kelola yang baik harus dimulai dari jajaran pimpinan agar program besar tidak berubah menjadi sekadar slogan administrasi.

"Pemimpin baik, organisasi baik. Kalau pemimpinnya tidak baik, tidak kompeten, atau tidak jujur, organisasi juga akan ikut bermasalah," tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa MBG bukan hanya program pembagian makanan, tetapi memiliki tujuan lebih luas untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Diuji Ulang: Prabowo Ganti Komando BGN Usai 1,5 Tahun Evaluasi

Ia menjelaskan, sejumlah negara maju menggunakan program serupa sebagai instrumen mengurangi kemiskinan dan memperbaiki gizi anak-anak.

"Kalau program ini berhasil, dampaknya bisa besar bagi bangsa, termasuk menggerakkan ekonomi di desa dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Prabowo.

Menurutnya, keberhasilan MBG dapat membuka rantai ekonomi baru karena kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar berpotensi menyerap hasil produksi masyarakat.

Petani, kata dia, diharapkan memperoleh pasar yang lebih pasti sehingga tidak terus bergantung pada permainan tengkulak.

Halaman:

Tags

Terkini