Kamis, 4 Juni 2026

Dinkes Sampaikan DBD di Kota Tasikmalaya Meningkat Capai 500 Kasus

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Sabtu, 4 Mei 2024 | 09:25 WIB
Ilustrasi: Foto Nyamuk DBD
Ilustrasi: Foto Nyamuk DBD

LOCUSONLINE, KOTA TASIKMALAYA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra menyampaikan sepanjang Januari hingga Apri jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus meningkat, dengan total 500 kasus yang tercatat.

Menurut dr. Asep, DBD di Kota Tasikmalaya meningkat selain pergantian musim dari panas ke musim hujan yang menjadi pemicu peningkatan jumlah jentik nyamuk di rumah, kurangnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi faktor penyebab. Hal ini menyebabkan nyamuk terus berkembang biak.

Hingga saat ini, masih ada 19 pasien yang sedang menjalani perawatan akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini.

"Terdapat 19 kasus yang memerlukan perawatan di RSUD Dr. Soekardjo dan RS lainnya. Namun, kasus DBD terus meningkat sejak awal tahun dengan total 500 kasus," ungkapnya pada Kamis, 2 Mei 2024.

Pihak Dinas kesehatan telah menyiapkan ruang di RSUD Dr. Soekardjo dan 22 Puskesmas, serta peralatan fogging untuk mengatasi masalah ini. Namun, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih sangat penting agar jentik nyamuk dapat dibasmi.

dr. Asep menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang bahaya gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan pentingnya akses ke fasilitas kesehatan. Petugas kesehatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) dalam membasmi jentik nyamuk, serta melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan guna mengendalikan penyebaran DBD dan melindungi masyarakat dari penyakit tersebut.

Pewarta: Bhegin

Editor: Red

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X